Pengukuhan Guru Profesional Regional Jabar, IAIN Manado Tegaskan Peran Guru Profesional dalam Membangun Karakter Bangsa

Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) IAIN Manado menggelar Pengukuhan Guru Profesional Batch 4 Tahun 2025 Regional Jawa Barat pada Sabtu, 16 Mei 2026, di Hotel Harris and Convention Ciumbuleuit Bandung. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat, dengan sebanyak 140 guru resmi dikukuhkan sebagai Guru Profesional setelah menyelesaikan rangkaian Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengelola PPG LPTK IAIN Manado, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, serta para peserta pengukuhan beserta keluarga. Suasana haru dan bangga mewarnai prosesi pengukuhan yang menjadi momentum penting bagi para guru untuk melanjutkan pengabdian di dunia pendidikan dengan kompetensi profesional yang semakin kuat.

Pada prosesi pengukuhan, Kaprodi PPG IAIN Manado, Dr. Sulfa Potiua, M.Pd.I membacakan Surat Keputusan kelulusan peserta PPG. Sementara itu, jalannya kegiatan dikoordinir dengan baik oleh Sekretaris Prodi PPG, Wadan Y. Anuli, M.Pd bersama seluruh tim panitia.

Ketua LPTK IAIN Manado, Dr. Arhanuddin Salim, M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian peserta yang berhasil lulus dengan tingkat kelulusan 100 persen. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, baik peserta, dosen, maupun tim pengelola PPG.

“LPTK IAIN Manado patut bersyukur karena tingkat kelulusan mencapai 100 persen. Ini menjadi bukti bahwa kualitas pembinaan dan semangat belajar para peserta sangat luar biasa,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh alumni PPG untuk terus memperkenalkan dan menyosialisasikan IAIN Manado di berbagai ruang digital dan media sosial sebagai bentuk rasa bangga terhadap almamater.

Selain itu, Dr. Arhanuddin menyoroti tantangan pendidikan yang semakin kompleks di era teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, perkembangan teknologi tidak akan pernah mampu menggantikan nilai keteladanan seorang guru.

“Tantangan pendidikan saat ini semakin besar dengan hadirnya AI dan perkembangan teknologi lainnya. Namun ada satu hal yang tidak akan tergantikan, yaitu keteladanan seorang guru,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Kabid Pendidikan Madrasah, Drs. H. Usep Saepudin Muhtar, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada LPTK IAIN Manado atas keberhasilan meluluskan seluruh peserta.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama terus mendorong agar seluruh guru honorer dapat mengikuti sertifikasi profesi guru sebagai bagian dari peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Sesuai arahan Menteri Agama, seluruh guru honorer harus bisa memperoleh sertifikasi. Kita harus terus memperjuangkan hak-hak para guru,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan rasa bangga atas capaian kelulusan 100 persen peserta PPG LPTK IAIN Manado Regional Jawa Barat.

Pada kesempatan yang sama, Rektor IAIN Manado, Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.H.I memberikan motivasi kepada seluruh guru profesional yang dikukuhkan. Ia meminta doa dan dukungan seluruh civitas akademika serta alumni PPG untuk proses akreditasi PPG IAIN Manado agar memperoleh hasil terbaik.

“Mohon doa dari seluruh keluarga besar PPG agar proses akreditasi mendapatkan hasil terbaik,” ucapnya.

Prof. Ahmad Rajafi juga mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menghormati dan berterima kasih kepada orang tua atas segala perjuangan dan doa yang telah diberikan.

“Kesuksesan tidak hanya berasal dari usaha pribadi, tetapi juga dari doa orang tua, doa keluarga, dan doa-doa yang terus kita panjatkan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa menjadi guru profesional bukan sekadar gelar, melainkan sebuah perjalanan panjang yang harus dibarengi dengan rasa percaya diri, integritas, serta tanggung jawab moral dalam mendidik generasi bangsa.

Ia turut mengajak para alumni untuk terus menunjukkan kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar IAIN Manado dengan mencantumkan identitas almamater di media sosial masing-masing.

Dalam arahannya, Rektor juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter di tengah tantangan dunia pendidikan saat ini. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak dan adab peserta didik.

“Guru yang baik adalah guru yang memahami cara menegur siswa dengan bijak, membangun karakter, dan memberikan kemudahan bagi peserta didiknya, bukan mempersulit,” tuturnya.

Kegiatan pengukuhan ditutup dengan sesi foto bersama dan penuh rasa syukur dari seluruh peserta yang resmi menyandang predikat Guru Profesional. Momentum tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menghadirkan guru-guru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi teladan bagi masyarakat. (Admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *