Manado, 10 April 2024 — Bertempat di Kampus 2 IAIN Manado, Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sukses menyelenggarakan Kuliah Umum yang mengusung tema besar selaras dengan visi keilmuan Prodi, yakni: “Menjadi Program Studi Pendidikan Profesi Guru Keagamaan yang unggul dan bermutu dalam pengembangan ilmu keguruan dan literasi teknologi pendidikan berbasis multikultural di Asia Tenggara pada tahun 2035.”
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen akademik Prodi PPG dalam memperkuat kapasitas profesional calon guru keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, responsif terhadap keberagaman budaya, serta mampu bersaing pada level regional Asia Tenggara.
Dalam sambutannya, Dekan FTIK, Dr. Arhanuddin, M.Pd.I, menegaskan bahwa tantangan pendidikan ke depan tidak hanya berbicara pada aspek kompetensi pedagogik semata, tetapi juga pada integrasi nilai, teknologi, dan wawasan multikultural.
Beliau menyampaikan bahwa guru keagamaan hari ini harus tampil sebagai pendidik profesional yang mampu menjembatani tradisi dan modernitas. “Penguatan literasi teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Namun di saat yang sama, nilai-nilai multikultural dan moderasi beragama harus tetap menjadi fondasi dalam praktik pendidikan kita,” ujar beliau.
Lebih lanjut, Dekan FTIK menekankan bahwa visi menuju Asia Tenggara 2035 merupakan cita-cita institusional yang memerlukan sinergi seluruh sivitas akademika, baik dalam peningkatan mutu pembelajaran, riset inovatif, maupun penguatan jejaring kerja sama regional.
Sementara itu, Ketua Prodi PPG, Dr. Sulfa Potiua, M.Pd.I, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kuliah umum ini menjadi ruang akademik strategis untuk mempertegas arah pengembangan keilmuan Prodi PPG.
Beliau menyampaikan bahwa Prodi PPG tidak hanya berorientasi pada kelulusan dan sertifikasi profesi, tetapi juga pada pembentukan guru keagamaan yang memiliki literasi digital kuat, berpikir kritis, serta mampu mengelola pembelajaran dalam konteks masyarakat majemuk.
“Kami ingin memastikan bahwa lulusan PPG memiliki keunggulan kompetitif dan karakter multikultural yang kokoh. Integrasi ilmu keguruan dan teknologi pendidikan harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan moderasi,” tegasnya.
Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa PPG, dosen, serta tenaga kependidikan, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap isu transformasi pendidikan berbasis teknologi dan multikulturalisme. Diskusi yang berkembang menyoroti pentingnya inovasi pembelajaran digital, pemanfaatan artificial intelligence dalam pendidikan, serta strategi membangun kelas yang inklusif di tengah keragaman sosial-budaya.
Melalui kegiatan ini, Prodi PPG FTIK kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan visi besar tahun 2035: menjadi program studi yang unggul dan bermutu di tingkat Asia Tenggara, dengan fondasi keilmuan yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan tetap berakar pada nilai-nilai keagamaan yang moderat dan multikultural*(admin)


Tinggalkan Balasan